Saat ini banyak yang memasarkan vanili kering dan kesulitan mendapatkan pembeli. Kalaupun terjual hal yang diperoleh tidak sesuai ekspektasi.

Namun beberapa processor masih bisa memasarkan produk olahannya dengan harga yang menarik. Pasalnya mereka memiliki offtaker rutin dari perusahaan pembuatan cokelat, kue atau juga parfum, yang membutuhkan produk bermutu, higienis, tidak terkontaminiasi dengan bahan kimia tertentu dan tidak tercampur dengan benda-benda asing.

Lalu bagaimana triknya menghasilkan produk vanili premium yang pasarnya tidak pernah lesu?

Baca Juga: Pendampingan dan Fasilitasi Kemitraan Pemasaran Vanili Premium

Pertama, kelola kebun secara organik. Hindari penggunaan bahan kimia atau kontaminasi pestisida di areal kebun. Untuk membuktikan bahwa produk Anda organic tentu saja kebun Anda harus disertifikasi oleh lembaga yang berwenang.

Kedua, kembangkan sistem traceability. Dimana mulai dari proses panen, asal vanili, umur saat panen tercatat dengan baik. Sehingga pembeli mengetahui  dari mana bahan bakunya berasal, bagaimana kebunnya dikelola serta proses pengolahannya.

Ketiga, lakukan pengolahan dengan menggunakan peralatan atau kemasan yang food grade. Ini untuk menciptakan sistem safety food.

Keempat, pastikan kandungan vanillin dan free contamination melalui  uji lab. Sebagian besar vanili yang dipasarkan di Indonesia tidak clear kandungan mutu.

Dengan melakukan ini maka layak mengklaim produk Anda premium dan memasarkan harga yang lebih menarik.