Vanili merupakan salah satu bahan yang populer dalam dunia kuliner. Ada beberapa bentuk vanili yang sering digunakan, seperti ekstrak vanili, essens vanili, dan bubuk vanili. Meskipun semuanya memiliki aroma dan rasa vanili yang khas, ketiganya memiliki perbedaan bentuk.

Pertama, vanili ekstrak sering digunakan dalam pembuatan berbagai makanan penutup atau makanan manis dengan rasa vanilli yang khas. Ekstrak vanili dibuat melalui fermentasi biji vanila yang direndam dalam campuran air dan etil alkohol. Kandungan alkohol dalam ekstrak vanili ini kurang dari 35 persen. Rasa vanilli ekstrak memiliki ciri khas yang sangat kuat.

Kedua, vanili essens merupakan hasil olahan vanili menjadi senyawa kimia. Vanili ini biasanya digunakan sebagai penambah aroma tanpa memberikan cita rasa yang kuat. Namun, perlu diingat untuk menggunakan takaran yang tepat, karena jika terlalu banyak ditambahkan, dapat membuat hidangan menjadi pahit. Selain itu, jenis vanili ini terbuat dari campuran air, etanol, propilen glikol, pengemulsi, dan perasa, dan sangat direkomendasikan dalam pembuatan berbagai kue panggang karena tidak memberikan rasa vanila yang terlalu mencolok.

Baca juga: Cara Penyimpanan Vanili Hingga Mengkristal

Ketiga, bubuk vanili adalah serbuk halus yang terbuat dari biji vanili yang telah dikeringkan dan dihaluskan. Bubuk vanili sering digunakan dalam adonan kue, es krim, atau makanan penutup lainnya. Bubuk vanili memberikan aroma dan rasa vanili yang cukup kuat pada makanan.

Dalam memilih antara ketiga bentuk vanili tersebut biasanya tergantung pada preferensi pribadi dan jenis makanan yang akan disiapkan. Jika Anda menginginkan aroma vanili yang alami, ekstrak vanili merupakan pilihan yang bagus. Essens vanili dapat menjadi alternatif yang lebih ekonomis, sementara bubuk vanili cocok digunakan dalam adonan kering atau bahan-bahan yang tidak membutuhkan penambahan cairan tambahan. (AG)

Sumber: Fimela.com